RSS

Eddie M. Nalapraya, sosok Bapak Pencak Silat

20 Feb

Pencak silat adalah seni beladiri tradisional bangsa. Bila ada yang mengatakan silat adalah olahraga kampungan berarti kita menghina diri kita sendiri. (Eddi M. Nalapraya)

Padahal  para pendekar pencak silat itu zaman dulu ikut berjuang melawan penjajah hingga Indonesia merdeka. Mengapa sekarang atlet pencat silat dianaktirikan? (eddi M. Nalapraya)

Coba anda tanyakan kepada para  pesilat Indonesia siapakah tokoh pemersatu para pesilat? Bisa dipastikan jawaban yang muncul akan seragam, yaitu Eddie Marzuki Nalapraya. Cinta pria yang terlihat tetap bersemangat diusianya yang hampir mencapai 80 tahun ini pada pencak silat tidak perlu diragukan lagi.

Kiprah nya di dunia pencak silat terlihat ketika  pada tahun  1978 ia mulai mempersatukan para pendekar silat dalam wadah IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). “Waktu saya diminta untuk memimpin Pengda IPSI DKI pertama kali tahun 1978, saya melihat anak-anak pencak silat kalah pamor dengan atlet dari olahraga bela diri yang lain. Mereka bisa bertanding di tingkat internasional, seperti SEA Games, Asian Games, kejuaraan dunia, dan bahkan Olimpiade. Anak-anak pencak silat tidak seperti itu,” kenangnya.

Eddy Nalapraya yang waktu itu menjabat sebagai Komandan Skogar Kodam V Jaya, dan karir akhir sebagai wakil gubernur DKI Jaya adalah orang kuat yang bisa mempersatukan pencak silat. Dari tangan nya pencak silat mulai merambah ke wilayah ASEAN dan bahkan dunia. Tak mengherankan apabila beliau terus menerus terpilih sebagai ketua umum PB IPSI sampai menjelang akhir abad XX, sebelum digantikan Prabowo Subianto. Sejak mengurus IPSI yang dilakukannya di tengah kesibukan sebagai Asisten Teritorial (Aster) kemudian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Eddy perlahan membangkitkan kepercayaan diri dunia persilatan di Indonesia.

Berbagai kegiatan bersama dengan tujuan meningkatkan persatuan dan sekaligus meningkatkan rasa cinta masyarakat pada pencak silat terus dilakukan, organisasi IPSI terus dibenahi dari hari ke hari, Pertandingan antarperguruan lebih sering digelar, dan di tangannya pencak silat sedikit demi sedikit mulai muncul ke permukaan. Rasa kebanggaan diri para pesilat makin meningkat.

Langkah selanjutnya, beliau  mengembangkan pencak silat di tingkat dunia, para pesilat dari Malaysia dan Singapura diajaknya bergerak bersama. Setelah para pesilat dan orang yang mencintai pencak silat di ketiga negara bersatu, mereka menggelar kejuaraan dunia pada awal 1980-an dan untuk pertama kali nya pencak silat dipertandingkan pada Sea Games 1987. Upayanya agar pencak silat dipertandingkan di ajang Asian Games terus diperjuangkan hnggaa kembali pencak silat dipertandingkan di Asian Games Indoor yang berlangsung pada 2009 di Vietnam.

Sebagai Presiden Persekutuan silat antar bangsa –Persilat-(yang beberapa bulan lalu telah ditinggalkannya), namanya melintasi batas-batas negara. Para pesilat dari Australia, Spanyol, Belanda hingga Amerika Serikat sangat menghormati sosok pria ini. Semua  itu diperoleh lagi-lagi berkat kecintaanya pada pencak silat. Eddy memang tokoh yang dengan penuh percaya diri mengembangkan pencak silat di dunia. Lebih dari itu, ia pula tokoh di balik upaya untuk memperkuat persaudaraan para pesilat di seluruh planet ini.

Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-76 pada  tanggal 6 Juni lalu, lebih kurang 300 sahabatnya dari berbagai kalangan pencak silat dalam dan luar negeri, yang sebagian besar adalah pesilat atau setidak-tidaknya penggemar silat hadir di Padepokan Pencak Silat TMII.

Para  sahabat angkat bicara, dengan berbagai komentar memberikan pujian pada kerja keras Eddy M. Nalapraya mempersatukan sekaligus mengembangkan dunia pencak silat. Beliau memang orang yang ramah dan pandai berkomunikasi dan suka bercanda. Dan yang terpenting ia mau datang dan kemudian bersahabat dengan hampir semua perguruan pencak silat di Indonesia. Bahkan persaingan, permusuhan, dan pertikaian antarperguruan silat dengan beragam alasan nyaris hilang di tangan beliau.

Sangat wajar jika salah seorang sahabatnya pada saat itu mengusulkan agar Pak Eddy diberi gelar sebagai Bapak Pencak Silat. Mau tahu apa komentar beliau?

“Untuk apa gelar-gelar, yang penting urus itu pencak silat agar bisa masuk ke semua negara di dunia,” “Saya tidak butuh gelar-gelar, urus itu pencak silat sudah bagus buat saya,” tambah Eddie lagi.

Lagi-lagi yang muncul adalah semangat untuk mengembangkan pencak silat ke seluruh dunia.

Tetapi rupanya keinginan para sahabat tersebut sampai juga ke Istana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada  Jumat (13/8) siang Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan RI  Bintang Mahaputera Pratama untuk baktinya di Pembinaan Olahraga Pencak Silat di Indonesia.

Kini Eddi M. Nalapraya tidak lagi menjabat sebagai Presiden Persilat. Jabatan yang telah disandangnya sekian puluh tahun tersebut (nyaris menjadi jabatan seumur hidup) telah diserahkan kepada Prabowo Subianto pada perhelatan Pencak Silat World Championship di Padepokan Pencak Silat TMII beberapa bulan lalu. Tetapi semangat dan kecintaannya terhadap pencak silat tidak pernah luntur, ini dibuktikan dengan tetap komitmennya beliau mendukung para sahabat silat dalam Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, baik sebagai sesepuh maupun sebagai pembina.

(disarikan dari berbagai sumber)

 
1 Comment

Posted by on 20/02/2011 in Uncategorized

 

One response to “Eddie M. Nalapraya, sosok Bapak Pencak Silat

  1. maylissa

    21/02/2011 at 01:39

    berkat nama pak Eddy,,,saya diizinkan ngider2 ikutan acara silat terutama acaranya FP2STI,,,heheheh,,,

    Semoga sehat selalu jasmani, rohani dan semangatnya pak Eddy.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: