RSS

SEJARAH BANDARKARIMA.

13 Feb

Repost from silatindonesia.com

SEKILAS PANDANG
PERGURUAN SENI PENCAK BANDARKARIMA
LATAR BELAKANG SEJARAH

Tersebutlah seorang bangsawan bernama Rd. Ateng Alimudin, seorang tokoh dan jago silat yang sudah malang melintang di Cianjur pada awal abad ke 20. Seorang diri beliau pernah menumpas kerusuhan yang ditimbulkan oleh para jagoan Cina pengawal kereta pengiriman barang (Piawsu).

Rd. Ateng Alimudin memiliki adik ipar bernama Rd. H. Ibrahim, sekaligus merupakan muridnya yang paling cemerlang. Setelah mewarisi semua ilmu Rd. Ateng Alimudin, kemudian Rd. H. Ibrahim memperkaya ilmunya dengan berguru kepada Bang Madi, Bang Ma?ruf, dan Bang Kari di Batavia. Dari merekalah Rd. H. Ibrahim menyempurnakan karakter kecepatan gerak dan kekuatan lahir bathin ilmu silatnya.

Selesai berguru di Batavia, Rd. H. Ibrahim kembali ke kampung halamannya di Cikalong dan kemudian mengajarkan ilmunya di kalangan terbatas, yaitu para bangsawan Cianjur. Rd. H. Ibrahim menyadari bahwa pada tingkatan yang tinggi, latihan pertempuran menjadi sangat berbahaya bagi para muridnya. Kemudian dengan pemikirannya yang brilian, diciptakanlah metode latihan yang aman namun efektif, yaitu metode usik dan tapelan.

Suatu ketika, takdir mempertemukan murid-murid Rd. H. Ibrahim dengan H. Muhammad Kosim, seorang pendekar pengelana dari Padang. H.M. Kosim merupakan pelatih silat dikalangan keluarga kerajaan Pagaruyung. Karena melanggar pantangan kerajaan, yaitu mengajarkan silat ke luar lingkungan istana, maka H.M. Kosim kemudian dikucilkan dan dibuang dari lingkungan kerajaan Pagaruyung. Dalam pengembaraannya, sampailah H.M. Kosim di kampung Sabandar, Cianjur. Disinilah H.M. Kosim mulai memberikan pengaruhnya dan memperkaya karakter ilmu silat murid-murid Rd. H. Ibrahim, yaitu karakter gerak yang lentur dan efisien.

Tentu saja Rd. H. Ibrahim dapat mengetahui perubahan karakter gerak murid2nya. Kemudian Rd. H. Ibrahim mengundang H.M. Kosim untuk mengadu ilmu di perkebunan kelapa miliknya di kampung Sabandar. Setelah bertempur beberapa jurus, akhirnya keduanya menyadari kehebatan ilmu masing-masing. Sejak itulah H.M. Kosim mulai disegani di kalangan pendekar Cianjur dan di kemudian hari beliau lebih dikenal sebagai Mamak Sabandar.

SEJARAH BANDARKARIMA

Bpk. H.M. Yosis Siswoyo dilahirkan di Bandung, 25 Nopember 1943. Lahir dan tumbuh di tengah-tengah kancah perang kemerdekaan dan revolusi, menjadikan beliau seorang pemuda yang pemberani dan pantang menyerah.

Ayahanda Pak Yosis yang arif, Pak Anwar, kemudian menyalurkan kesenangan berkelahi dan energi anaknya yang meluap-luap dengan mengirim Pak Yosis kepada beberapa guru silat ternama. Pak Anwar adalah seorang perwira polisi dan juga ketua pendekar Gagak Lumayung pada saat itu. Sejak itulah Pak Yosis menimba ilmu silat dari satu guru ke guru lainnya. Dari belasan tokoh2 silat yang telah menurunkan ilmunya, terdapat dua tokoh silat yang sangat besar pengaruhnya dalam membentuk ilmu silat Pak Yosis, yaitu Den Popo dan Den Karta Ateng.

Awalnya Pak Yosis digembleng oleh murid2 Den Popo, yaitu Pak Casmedi dan Pak Yayat. Barulah setelah dirasa cukup, Pak Yosis kemudian diajar langsung oleh Den Popo. Den Popo adalah anak seorang tokoh silat yang bernama Gan Utuk. Berdasarkan silsilahnya, Gan Utuk merupakan murid dari murid Rd. H. Ibrahim. Jadi dari garis Den Popo mengalirlah ilmu silat Sabandar dan Cikalong kepada Pak Yosis.

Kemudian Pak Yosis melengkapi ilmu silatnya dengan berbagai ilmu olah bathin dan olah kanuragan dari Den Karta Ateng. Den Karta Ateng merupakan jawara silat yang ditakuti karena kesaktiannya. Bola matanya berwarna merah darah, ilmunya segudang dari berbagai aliran. Karakter ilmunya yang luar biasa sempat mempengaruhi satu episode kehidupan Pak Yosis pada masa mudanya.

Setelah itu Pak Yosis terus memperkaya dan mematangkan ilmu silatnya, sehingga pada akhirnya berhasil merangkum dan merumuskan kembali karakter ilmu silat yang efektif dan efisien.

Pada era tahun 60-an beladiri asing berkembang dengan pesat di Indonesia. Prihatin dengan kondisi tersebut, Pak Yosis terdorong untuk mengangkat pamor Pencak Silat sebagai budaya asli Indonesia yang bernilai tinggi dan harus dikembangkan. Maka pada bulan Juni 1967 dibentuklah unit latihan Bandarkarima di SMAN 3 Bandung dengan anggota pertama sebanyak 60 orang. Sejak itulah secara resmi lahir Perguruan Seni Pencak Bandarkarima, dan tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Bandarkarima.

Bandarkarima adalah akronim dari Sabandar, Kari dan Madi, yaitu tiga aliran utama yang melandasi karakter PSP Bandarkarima. Sabandar memiliki karakter gerak yang lentur dan efisien. Kari lebih menekankan karakter gerak yang cepat dan keras. Madi membangun karakter gerak yang bertenaga penuh dengan kekuatan.

Pendekar Bandarkarima digembleng untuk menjadi petarung ulung di bidangnya masing-masing. Tidak heran mereka umumnya menjadi pribadi-pribadi yang unggul di lingkungannya. Para pendekar senior angkatan-angkatan awal mampu mencapai posisi-posisi puncak dalam karir mereka, baik di militer, perusahaan, maupun pemerintahan. Namun sayang pertarungan dalam karir telah menyita seluruh waktu mereka, sehingga perhatian terhadap kelangsungan dan perkembangan perguruan menjadi terlupakan. Setelah mengalami masa puncaknya di tahun 80 an, kegiatan perguruan nyaris vakum di tahun 90 an. Untuk mengisi kekosongan, Pak Yosis mendirikan Sasana Tinju Anak Bandung yang kemudian melahirkan pendekar tinju kebanggaan Indonesia, Alfaridzi dan Arief Almahdi.

Memasuki milenium baru ini, beberapa orang pendekar senior terpanggil untuk kembali merintis pengembangan Bandarkarima, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pendidikan anak bangsa. Melalui penggemblengan fisik dan mental di lingkungan keluarga besar Bandarkarima, diharapkan akan lahir pribadi-pribadi unggul seperti tertuang dalam Sifat Pendekar Bandarkarima:

Pendekar itu:

Kuat lahir dan bathin

Pemberani dan ksatria

Bijaksana dan sopan santun

Berbudi luhur dan kasih sayang

Penuh cinta dan berbakti pada Tuhan,

Bangsa dan tanah air, dan peri kemanusiaan

Salam Pendekar!
Taufan Prasetya
Sekjen IP Bandarkarima
taufan@bandarkarima.or.id

 
Leave a comment

Posted by on 13/02/2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: