RSS

Jurus dan aplikasi dalam silat

13 Feb

BELAJAR SILAT : apa sih yang dipelajari?

pertanyaan singkat tersebut saya yakin akan memunculkan jawaban yang beragam, paling tidak ada dua golongan besar jawaban dengan berbagai variasi:
Golongan idealis dan perfeksionis tentu akan menjawab secara filosofis, yaitu mempelajari seluruh jurus, teknik, aplikasi, kaedah, filosofi dengan tujuan menjadi manusia sempurna dan paripurna, sehat lahir batin, kuat jiwa raga, berjiwa satria dan sebagai nya. Komentar saya, “hmm…apakah masihada jaman sekarang yang seperti ini?”
Golongan praktis dan rasionalis akan menjawab singkat, yaitu belajar teknik-teknik bela diri untuk keperluan praktis. Komentar saya, ” 30 – 50 tahun lagi pencak silat kita akan semakin kehilangan jati diri.”
Saya pribadi akan menjawab singkat : BELAJAR JURUS.
Sebelum menyampaikan argumen, saya akan mencoba mengupas dulu apa itu jurus berdasarkan insight saya pribadi (tidak ada kewajiban menyetujui pendapat saya, :D).

Jurus adalah pembeda utama antara SILAT dan TARIAN;
Jurus adalah ciri khas sebuah aliran/perguruan silat;
Jurus adalah fondasi keseluruhan dalam SILAT;
Jurus adalah sebuah folder, yang di dalam nya berisi berbagai file tentang pencak silat dengan berbagai ekstensi nya.

Memang ada kesamaan antara SILAT dengan Tarian, yaitu berupa gerakan teratur, terpola dan dapat dinikmati sebagai sebuah “seni dan keindahan”. Akan tetapi Perbedaan mendasar juga terdapat dalam kedua nya, yaitu gerakan teratur dan terpola dalam JURUS mempunyai makna PEMBELAAN DIRI dan aplicable dalam sebuah pertarungan. Anda dapat buktikan ini dengan “mengadu dua orang dimana satu orang selama hidup nya hanya belajar JURUS, dan yang lainnya hanya MENARI. Menari dalam pengertian murni tarian sebagai sebuah seni pertunjukan, jadi IBING PENCAK SILAT tidak termasuk di dalam nya.

Jurus adalah ciri khas suatu aliran/perguruan silat, ini sebuah fakta. Coba sebutkan satu contoh saja yang membuktikan ada dua atau lebih aliran yang mempunyai jurus 100% sama, kalau memang ada maka saya nyatakan bahwa teori saya ini GUGUR seluruh nya. Jurus, dalam silat bisa bermakna rangkaian gerakan yang mempunyai arti dan tujuan, maksud dan filosofi. Bisa juga berupa satu gerakan yang diulang-ulang, juga mempunyai makna filosofis/kaedah/arti/maksud dan tujuan. Dalam terminologi maen pukulan Betawi dikenal apa yang disebut LANGKAH, yaitu suatu rangkaian gerakan.

Berdasarkan argumen di atas, maka sangat tidak mungkin ada jurus yang sama persis dalam aliran yang berbeda. Bahkan dua atau lebih perguruan silat yang bersumber dari aliran yang sama mempunyai ciri khas dan karakter berbeda yang menjadi pembeda antara satu dengan lainnya.

Jurus adalah fondasi keseluruhan dalam silat. Fondasi tentu saja harus kokoh, dan dibuat di awal sebuah bangunan. Begitupun dengan jurus. Bisa saja seseorang tidak belajar jurus atau belajar sekedarnya dan menitiberatkan pada aplikasi saja. Untuk yang terakhir ini saya yakin sekali yang bersangkutan tidak akan menguasai silat dengan baik. Aplikasi semata hanya akan “mengkerdilkan” silat itu sendiri karena fokus pada aplikasi berarti fokus pada “patokan baku dalam pertarungan”.

Apabila fondasi kokoh, maka kokoh lah bangunan, apabila jurus nya sempurna tentu saja kokoh dan sempurna pula aplikasi nya.

Jurus adalah Folder yang berisi berbagai macam file dengan berbagai ekstensi.
Saya memberikan gambaran sebagai berikut (ilustrasi semata):

Folder : Jurus

Sub folder 1 : Suliwa

file : 1. gerak, 2. kaedah, 3. filosofi, 4. aplikasi

Sub folder 2 : Rimbang (gerak, kaedah, filosofi, aplikasi)

Sub folder 3 : Pancer (gerak, kaedah, filosofi, aplikasi), dst.

Penjelasan :

Folder : jurus, Sub folder : Suliwa

File :

gerak, bentuk gerak yang dilatih adalah : berdiri dengan sikap pasang yang benar, melangkahkan kaki kanan, memukul dengan tangan kiri
Kaedah, kaedah suliwa adalah bertahan/menghindar untuk menyerang. Suliwa sebenar nya adalah suatu kaedah, bukan semata gerakan yang bersilangan atau berlawanan. Dalam tahap awal pembelajaran – “Menghindar dan berlawanan”, – ini lah kaedah yang harus kita mengerti
Filosofi : . Filosofi yang terkandung di dalam nya sangat dalam dan luas. Dalam kehidupan ini gerakan/kaedah suliwa sangat applicable. Bukankah kita diajarkan untuk menghindari perbuatan buruk, menghindari sengketa, menjauhi permasalahan? Dan bukankah alam semesta serta isi nya ini selalu berpasangan dan “berlawanan?”.
Aplikasi, dalam aliran silat Sunda dan Betawi -misal nya- kita berlatih gerakan suliwa adalah untuk “bisa” mengantisipasi gerakan jurus (serangan lurus dengan tangan dan kaki yang sama). Suliwa digunakan untuk menghindar lalu menyerang balik, ini pelajaran dasar. Karena aplikasi gerak/jurus suliwa bisa menghindari serangan pukulan/tendangan.

Ekstensi dari masing-masing file tergantung pada aliran/perguruan dan daerah asal pencak silat itu sendiri.

Berdasarkan uraian di atas, maka saya berpendapat bahwa BELAJAR SILAT ADALAH BELAJAR JURUS. Jurus dengan sub folder dan file yang lengkap. Karena denga belajar jurus secara benar, otomatis kita juga belajar aplikasi. Belajar aplikasi semata, tanpa jurus yang “benar” kita hanya akan menjadi robot denga perintah baku.

Sedikit berbagi, dalam setiap pertemuan dengan temean-teman muda yang giat belajar dan berlatih, saya selalu menekankan pada “latihan jurus”, memberikan pengertian dan pemahaman akan maksud dan tujuan gerak, kaedah gerak dan filosofi nya. Aplikasi saya berikan hanya sebagai bonus. Apabila ada kejadian teman-teman muda tersebut berkali-kali menanyakan tentang aplikasi, saya pasti akan menjawab sesuai dengan “soal yang diberikan”. Apabila dia merasa sudah menguasai aplikasi nya, maka saya test dengan cara, saya minta pasangannya menyerang dengan pola yang berbeda. Hasil nya bisa diduga bahwa dia tidak bisa menjawab soal dengan sempurna. Sebalik nya, apabila yang dipelajari adalah jurus dengan seluruh “isi folder nya” maka soal apa pun yang diberikan akan mudah dijawab. Itulah sedikit pengalaman dari saya yang sangat bodoh dalam jurus ini.

Wabillahi taufik walhidayah.

pertanyaan singkat tersebut saya yakin akan memunculkan jawaban yang beragam, paling tidak ada dua golongan besar jawaban dengan berbagai variasi:

Golongan idealis dan perfeksionis tentu akan menjawab secara filosofis, yaitu mempelajari seluruh jurus, teknik, aplikasi, kaedah, filosofi dengan tujuan menjadi manusia sempurna dan paripurna, sehat lahir batin, kuat jiwa raga, berjiwa satria dan sebagai nya. Komentar saya, “hmm…apakah masihada jaman sekarang yang seperti ini?”
Golongan praktis dan rasionalis akan menjawab singkat, yaitu belajar teknik-teknik bela diri untuk keperluan praktis. Komentar saya, ” 30 – 50 tahun lagi pencak silat kita akan semakin kehilangan jati diri.”

Saya pribadi akan menjawab singkat : BELAJAR JURUS.

Sebelum menyampaikan argumen, saya akan mencoba mengupas dulu apa itu jurus berdasarkan insight saya pribadi (tidak ada kewajiban menyetujui pendapat saya, :D).

Jurus adalah pembeda utama antara SILAT dan TARIAN;
Jurus adalah ciri khas sebuah aliran/perguruan silat;
Jurus adalah fondasi keseluruhan dalam SILAT;
Jurus adalah sebuah folder, yang di dalam nya berisi berbagai file tentang pencak silat dengan berbagai ekstensi nya.

Memang ada kesamaan antara SILAT dengan Tarian, yaitu berupa gerakan teratur, terpola dan dapat dinikmati sebagai sebuah “seni dan keindahan”. Akan tetapi Perbedaan mendasar juga terdapat dalam kedua nya, yaitu gerakan teratur dan terpola dalam JURUS mempunyai makna PEMBELAAN DIRI dan aplicable dalam sebuah pertarungan. Anda dapat buktikan ini dengan “mengadu dua orang dimana satu orang selama hidup nya hanya belajar JURUS, dan yang lainnya hanya MENARI. Menari dalam pengertian murni tarian sebagai sebuah seni pertunjukan, jadi IBING PENCAK SILAT tidak termasuk di dalam nya.

Jurus adalah ciri khas suatu aliran/perguruan silat, ini sebuah fakta. Coba sebutkan satu contoh saja yang membuktikan ada dua atau lebih aliran yang mempunyai jurus 100% sama, kalau memang ada maka saya nyatakan bahwa teori saya ini GUGUR seluruh nya. Jurus, dalam silat bisa bermakna rangkaian gerakan yang mempunyai arti dan tujuan, maksud dan filosofi. Bisa juga berupa satu gerakan yang diulang-ulang, juga mempunyai makna filosofis/kaedah/arti/maksud dan tujuan. Dalam terminologi maen pukulan Betawi dikenal apa yang disebut LANGKAH, yaitu suatu rangkaian gerakan.

Berdasarkan argumen di atas, maka sangat tidak mungkin ada jurus yang sama persis dalam aliran yang berbeda. Bahkan dua atau lebih perguruan silat yang bersumber dari aliran yang sama mempunyai ciri khas dan karakter berbeda yang menjadi pembeda antara satu dengan lainnya.

Jurus adalah fondasi keseluruhan dalam silat. Fondasi tentu saja harus kokoh, dan dibuat di awal sebuah bangunan. Begitupun dengan jurus. Bisa saja seseorang tidak belajar jurus atau belajar sekedarnya dan menitiberatkan pada aplikasi saja. Untuk yang terakhir ini saya yakin sekali yang bersangkutan tidak akan menguasai silat dengan baik. Aplikasi semata hanya akan “mengkerdilkan” silat itu sendiri karena fokus pada aplikasi berarti fokus pada “patokan baku dalam pertarungan”.

Apabila fondasi kokoh, maka kokoh lah bangunan, apabila jurus nya sempurna tentu saja kokoh dan sempurna pula aplikasi nya.

Jurus adalah Folder yang berisi berbagai macam file dengan berbagai ekstensi.

Saya memberikan gambaran sebagai berikut (ilustrasi semata):

Folder : Jurus

Sub folder 1 : Suliwa

File : 1. gerak, 2. kaedah, 3. filosofi, 4. aplikasi

Sub folder 2 : Rimbang (gerak, kaedah, filosofi, aplikasi)

Sub folder 3 : Pancer (gerak, kaedah, filosofi, aplikasi), dst.

Penjelasan :

Folder : jurus, Sub folder : Suliwa

File :

Gerak, bentuk gerak yang dilatih adalah : berdiri dengan sikap pasang yang benar, melangkahkan kaki kanan, memukul dengan tangan kiri
Kaedah, kaedah suliwa adalah bertahan/menghindar untuk menyerang. Suliwa sebenar nya adalah suatu kaedah, bukan semata gerakan yang bersilangan atau berlawanan. Dalam tahap awal pembelajaran – “Menghindar dan berlawanan”, – ini lah kaedah yang harus kita mengerti
Filosofi : . Filosofi yang terkandung di dalam nya sangat dalam dan luas. Dalam kehidupan ini gerakan/kaedah suliwa sangat applicable. Bukankah kita diajarkan untuk menghindari perbuatan buruk, menghindari sengketa, menjauhi permasalahan? Dan bukankah alam semesta serta isi nya ini selalu berpasangan dan “berlawanan?”.
Aplikasi, dalam aliran silat Sunda dan Betawi -misal nya- kita berlatih gerakan suliwa adalah untuk “bisa” mengantisipasi gerakan jurus (serangan lurus dengan tangan dan kaki yang sama). Suliwa digunakan untuk menghindar lalu menyerang balik, ini pelajaran dasar. Karena aplikasi gerak/jurus suliwa bisa menghindari serangan pukulan/tendangan.

Ekstensi dari masing-masing file tergantung pada aliran/perguruan dan daerah asal pencak silat itu sendiri.

Berdasarkan uraian di atas, maka saya berpendapat bahwa BELAJAR SILAT ADALAH BELAJAR JURUS. Jurus dengan sub folder dan file yang lengkap. Karena denga belajar jurus secara benar, otomatis kita juga belajar aplikasi. Belajar aplikasi semata, tanpa jurus yang “benar” kita hanya akan menjadi robot denga perintah baku.

Sedikit berbagi, dalam setiap pertemuan dengan temean-teman muda yang giat belajar dan berlatih, saya selalu menekankan pada “latihan jurus”, memberikan pengertian dan pemahaman akan maksud dan tujuan gerak, kaedah gerak dan filosofi nya. Aplikasi saya berikan hanya sebagai bonus. Apabila ada kejadian teman-teman muda tersebut berkali-kali menanyakan tentang aplikasi, saya pasti akan menjawab sesuai dengan “soal yang diberikan”. Apabila dia merasa sudah menguasai aplikasi nya, maka saya test dengan cara, saya minta pasangannya menyerang dengan pola yang berbeda. Hasil nya bisa diduga bahwa dia tidak bisa menjawab soal dengan sempurna.

Sebalik nya, apabila yang dipelajari adalah jurus dengan seluruh “isi folder nya” maka soal apa pun yang diberikan akan mudah dijawab. Itulah sedikit pengalaman dari saya yang sangat bodoh dalam jurus ini.

Wabillahi taufik walhidayah.

 
Leave a comment

Posted by on 13/02/2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: