RSS

Berita kontra produktif tentang pencak silat

13 Feb

Copas dari kompas.com
Guru Pencak Silat Tewas Oleh Muridnya
Editor: Benny N Joewono
Minggu, 30 Januari 2011 | 20:57 WIB

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Seorang pendekar yang menjadi guru pencak silat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (30/1/2011) tewas saat melakukan latih tanding (sabung) dengan muridnya sendiri.
Korban bernama Hadi (18), jatuh di tengah arena sabung dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah terkena tendangan telak tepat pada leher sebelah kiri.
“Informasinya memang sempat terkena tendangan pada bagian leher, tapi setelah dilakukan otopsi, penyebabnya bukan itu. Korban meninggal dikarenakan mengalami pembengkakan pada pembuluh jantung,” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Saiful Rohman.
Penuturan beberapa saksi mata, peristiwa itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak.
Korban yang sudah berstatus pelatih salah satu perguruan pencak silat tersebut seperti biasa melatih beberapa siswa atau muridnya di SD Negeri 3 Bendoagung.
Setelah melakukan pemanasan korban mengajak latih tanding kepada beberapa muridnya sampai tiga kali. Terakhir, mitra tanding korban adalah Ridwan (16), salah satu muridnya asal desa setempat.
saat itulah peristiwa fatal tersebut terjadi. Korban tiba-tiba terjerembab. Beberapa pelatih lain serta siswa langsung menolong korban.
Seketika itu juga korban dibawa ke Puskesmas Kampak untuk mendapat perawatan medis. Namun kondisi korban semakin kritis.
Takut terjadi hal yang tidak diinginkan tim dokter Puskesmas Kampak memutuskan merujuk korban ke RSUD dr Soedomo, Trenggalek.
Sayangnya, nyawa korban tetap tak tertolong. Untuk memastikan penyebab tewasnya korban, tim dokter RSUD dr Soedomo Trenggalek lalu melakukan autopsi.
Hasilnya tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda keras pada tubuh korban. Salah satunya pada leher kanan korban yang diduga terkena tendangan.
Sementara itu, berdasar keterangan dr Fonita Sugianto, anggota tim autopsi RSU dr Soedomo Trenggalek, terdapat pembengkakan pada organ jantung korban.
Diduga pembengkakan tersebut akibat kelelahan fisik yang dialami korban. Selain itu berdasar riwayat korban diketahui mengalami kelaianan pada organ jantungnya.
“Tidak ada bekas hantaman benda keras. Organ jantungnya bengkak,” kata dr Fonita.

PENDAPAT SAYA :
Media massa begitu antusias memuat berita apabila menyangkut image negatif pencak silat semacam ini
Media massa tidak tertarik meliput hal-hal positif tentang pencak silat, seperti misal nya : Indonesia baru saja merebut gelar juara dunia pencak silat beberapa waktu yang lalu
Artikel di atas jelas menyatakan bahwa yang bersangkutan meninggal karena pembengkakan pembuluh jantung
Hasil otopsi tidak menemukan bekas tumbukan benda keras
Korban adalah seorang pelatih yang masih berusia muda
Wartawan dan media yang bersangkutan saya minta membuat tulisan yang jernih tentang pencak silat
Klarifikasi dan revisi reportasi di atas
Wartawan sangat tidak profesional

Saya turut berduka cita atas meninggalnya pelatih silat ini, semoga keluarga yang ditinggal kan menjadi tabah, amiin

 
Leave a comment

Posted by on 13/02/2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: